Minggu, 04 April 2010

Soal Perbatasan, Indonesia keberatan Dengan Timor Leste

Liputan6.com, Kupang: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia keberatan dengan pedoman Pemerintah Timor Leste tentang penentuan batas negara di tiga titik perbatasan kedua negara. "Kami keberatan dan masih membicarakannya," kata Purnomo saat kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahad (4/4).

Indonesia dan Timor Leste merencanakan penyelesaian masalah perbatasan kedua negara di 5.000 titik. Dari jumlah itu, 907 titik sudah disetujui dan baru 103 yang terealisasi. Dari jumlah itu pula, ada tiga titik yang hingga kini menjadi fokus kedua negara dan pembahasannya berjalan alot, yakni Noel Besi-Citrana, Manusasi, serta Memo.

Untuk ketiga titik itu, Indonesia berpedoman kepada dasar aliran sungai yang mengarah ke muara Sungai Noel Besi. Sedangkan Timor Leste berpedoman pada garis batas wilayah kerajaan yang pernah ada di sana. "Jadi, nanti kita bahas secara matang lagi," ucap Purnomo.

Selain perbatasan darat, dalam kunjungan kerja ini Purnomo turut meninjau perbatasan laut Indonesia-Timor Leste melalui udara. Dengan menggunakan helikopter Mi-17 TNI Angkatan Darat, Menhan melihat tiga titik sengketa perbatasan darat Indonesia-Timor Leste dan keberadaan pulau-pulau terluar di wilayah perbatasan laut kedua negara, termasuk Pulau Batek.

Dari udara, tampak pos imigrasi yang dibangun Pemerintah Timor Leste di Noel Besi. "Itu salah satu pelanggaran yang dilakukan Timor Leste. Karena tiga titik yang masih jadi sengketa dua negara tidak boleh dilakukan aktivitas apapun oleh kedua negara," kata Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Hotma Mangaraja Pandjaitan yang mendampingi Menhan.

Meski masih terjadi perbedaan pandangan, situasi keamanan di perbatasan darat kedua negara relatif aman. "Situasi di sini aman. Kalaupun ada masalah, kami selesaikan bersama petugas penjagaan perbatasan dari Indonesia dengan baik. Kami utama penegakan hukum dalam setiap penyelesaian perbatasan," tutur Komandan Perbatasan Polisi Nasional Timor Leste Letkol Nano.(BOG/Ant)


Sumber : www.Liputan6.com

Sabtu, 03 April 2010

Poker Stars Muara Bungo .











PenggeMar Poker SeJati .

Selalu bermain poker walaupun chip sekarat .
hahahahahaha

Buyung Minta Susno Bantu Bongkar Tak Cuma beri info

Jakarta - Adnan Buyung Nasution menilai kasus Gayus Tambungan dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan korupsi. Komjen Susno Duadji pun diharapkan mau membantu lebih banyak dan tidak hanya memberikan infomasi sepotong-sepotong.

"Saya harap Pak Susno ikut membantu kasus ini. Jangan hanya memberi info saja," kata Buyung usai menjenguk Gayus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (3/4/2010).

Menurut Buyung, Susno mengetahui banyak hal tentang kasus ini. Karena itu, sudah seharusnya, Susno ikut membongkar.

"Dengan bantuan itu, kita bisa membongkar kebobrokan bukan hanya di institusi Polri tapi juga di Ditjen Pajak," kata Buyung.

Gayus ditahan Mabes Polri terkait kasus dugaan penggelapan dana pajak. Nama Gayus moncer setelah Komjen Susno Duadji menyebut ada markus pajak Rp 28 miliar di tubuh Polri.

Pria 30 tahun itu diputus bebas murni oleh hakim di Pengadilan Tangerang. Gayus pun ramai menjadi pemberitaan media massa.

Pria beranak tiga itu kemudian diketahui bersembunyi di Singapura bersama keluarganya. Namun akhirnya Gayus berhasil dibawa pulang ke Indonesia. Setelah diperiksa marathon, Gayus ditahan di Mabes Polri.


SUMBER : www.detiknews.com

Ada perusahaan besar yang setor uang ke gayus

Jakarta - Gayus Tambunan memiliki uang di rekeningnya hingga Rp 28 miliar. Diketahui uang itu merupakan setoran sejumlah perusahaan. Di antaranya perusahaan yang sudah punya nama.

"Perusahaaan besar dan terkenal," kata penasihat Kapolri, Kastorius Sinaga saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/4/2010).

Sayangnya, Kastorius enggan mengungkapkan nama-nama perusahaan yang diketahui mentransfer uang ke rekening Gayus itu. Namun menurut dia nama perusahaan itu jelas disebutkan Gayus dalam pemeriksaan.

"Ini harus dicross check. Kita hargai nama baik perusahaan itu, harus dicross check, dan sekarang sedang berjalan," terang Kastorius.

Dia menjamin tim Polri akan menelusuri pengakuan Gayus itu, tanpa ada niatan untuk menutup-nutupi. "Sekarang sama sekali tidak ada rekayasa, kita berjuang keras untuk menguak kasus ini," tutupnya.

Diketahui isi rekening Gayus di Panin Bank tercatat berjumlah Rp 28 miliar. Angka ini dinilai mencurigakan karena Gayus hanya pegawai golongan 3A. Hingga kemudian hasil penyelidikan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menunjukkan bukti adanya kejanggalan.



SUMBER : www.Detiknews.Com

KAPOLRI DI DESAK SERIUS SELIDIKI DUGAAN KETERLIBATAN BINTANG 3

Jakarta - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) didesak serius menidaklanjuti dugaan keterlibatan jenderal bintang 3 dalam kasus Gayus Tambunan. BHD harus menindak siapa pun yang bersalah dalam kasus tersebut.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi III DPR, Pieter C Zulkifli, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (3/3/2010).

"Saya memuji keberanian Kapolri mengungkap masalah ini. Dan saya yakin rakyat akan semakin memberikan apresiasi positif terhadap Polri jika Kapolri tidak setengah-setengah membongkar dan menindak semua aparatnya yang terlibat dalam permainan yang tidak terpuji," kata Pieter.

Politisi dari Partai Demokrat ini menambahkan, Komisi III akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri dan Jaksa Agung terkait kasus Gayus Tambunan. Dalam forum itu Komisi III akan menggali berbagai info tentang kasus tersebut, termasuk mengenai lemahnya manajemen kontrol di Polri dan Kejaksaan.

"Sangatlah penting bagi kita (DPR) untuk mengetahui lebih spesifik kasus tersebut. Kita juga akan mempertanyakan apakah ada perwira tinggi lain yg terlibat kasus ini. Semuanya harus dibongkar, tidak boleh ada yang ditutupi. Bintang 2, 3, atau 4 jika bermasalah harus ditindak. Sudah waktunya masyarakat tahu tentang hal ini," tegas Pieter.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR lainnya Bambang Soesatyo mengungkapkan ada indikasi keterlibatan jenderal bintang 3 dalam kasus Gayus Tambunan. Namun poltisi Partai Golkar ini enggan menyebut langsung nama perwira Polri tersebut.

"Ada indikasi perwira di atas bintang satu. Untuk itu pemeriksaan kalau perlu sampai bintang tiga," kata Bambang.

Terkait kasus ini, Mabes Polri telah mencopot Brigjen Pol Edmond Ilyas dari jabatan Kapolda Lampung terkait kasus Gayus. Edmon yang pernah menjabat Direktur Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri saat ini berstatus terperiksa.

Dua perwira Mabes Polri juga sudah dibebastugaskan dari Bareskrim Mabes Polri. Mereka adalah Kombes Pol Pambudi dan Kombes Pol Eko Budi. Mabes Polri juga sudah menetapkan tersangka, yakni Kompol Arafat dan AKP S



SUMBER : www.Detiknews.Com

Jumat, 02 April 2010

Arti Cinta SesungguhNya

Bila seseorang sedang jatuh cinta terkadang akan membutakan dirinya untuk memiliki pasangan idamannya. Tetapi terkadang hal itu tidak berlaku karena ada hal yang harus dipertimbangkan untuk memiliki pasangan idaman anda. Ada beberapa arti tentang cinta yang menyatakan bahwa apakah itu cinta yang sesungguhnya atau cinta itu secara nafsu belaka.

Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Seseorang yang jatuh cinta terkadang menggunakan perasaan atau hati belaka tetapi jika tidak ingin menimbulkan kekacauan di kemudian hari sebaiknya anda juga harus menggunakan akal sehat. Bohong besar jika anda bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan dan ideal kelompok dimana anda berasal. Bohong besar pula jika merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta dan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban saat perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu saat nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda anda sedang jatuh cinta tetapi itu merupakan sinyal kebodohan.

Cinta membutuhkan proses. Cinta biasanya tumbuh dan berkembang yang merupakan emosi kompleks. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin anda mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya saat dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena 'cinta pada pandangan pertama' adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat bahkan sampai tergila-gila. kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus 'cinta pada pandangan pertama', banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta karena mereka mencintai pasangan sebagai persolinatas secara utuh.

Cinta tidak menguasai dan mengalah tapi saling berbagi. Jika anda berkeinginan untuk mengontrol pasangan anda maka itu namanya bukan cinta. Jika anda bersedia mengalah hanya untuk kepuasan kekasih, itu pun bukan cinta. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasihnya sebagai atasan atau bawahan tapi sebagai pasangan untuk saling berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila anda berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau selalu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorduakan) berarti anda belum siap memberi dan menerima cinta.

Cinta itu konstruktif. Individu yang mencinta, berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif dan merencanakan masa depan. Sebaliknya jatuh cinta yang impulsif bukannya berpikir dan bertindak konstruktif tetapi dia kehilangan ambisi, nafsu makan dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi dan impiannya pun tidak mungkin tercapai. Bahkan
impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

Cinta tidak melenyapkan semua masalah. Bagi penganut paham romantik mempercayai bahwa cinta bisa mengatasi masalah dan cinta bisa menjadi obat dari segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar dapatkan solusinya. Jika anda tengah di mabuk cinta maka akan cenderung membutakan mata anda saat mendapat masalah sehingga mengesampingkan masalah tersebut.

Cinta cenderung konstan. Cinta memang bergerak konstan dan anda patut curiga bila grafik perasaan anda pada pasangan turun naik secara tajam. Jika saat jauh anda merasa pasangan anda lebih hebar daripada saat bersama, itu pertanda anda mengidealisasikannya bukan secara realistis. Sehingga saat anda kembali bersama maka anda memandang hebat saat anda berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal sama saat dia jauh. Hal itu menandakan anda terkecoh dengan daya tarik fisiknya saja. Karena cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan maka anda akan selalu menyukainya dalam kadar yang sama.

Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik. Dalam hubungan cinta memang daya tarik fisik itu penting. Tapi akan bahaya bila anda menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, anda menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Karena kontak fisik hanya akan terasa menyenangkan bila anda dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Bila anda menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi yang menyenangkan tanpa makna apa-apa maka itu bukan cinta tapi nafsu belaka. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan semakin dalam. Sedang nafsu menuntut hanya pemuasan fisik dari awal pertemuan.

Cinta tidak buta tapi menerima. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta maka dia harus berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik tetapi harus didasari oleh perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan anda sangat buruk maka menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Setelah keinginannya terpuaskan maka anda akan ditinggalkan, hal ini hanya karena anda memiliki secuil keburukan yang sebenarnya bisa diperbaiki.

Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan. Seseorang yang benar-benar mencinta akan memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan dan memajukan hubungan. Seseorang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Tetapi usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

Cinta berani melakukan hal menyakitkan. Jika seseorang benar-benar mencinta, bukan hanya berusaha menyenangkan kekasihnya tetapi juga memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Katakan 'tidak' bila memang dia ingin melakukan sesuatu yang kurang baik untuk dirinya. Jadi seharusnya setiap pasangan harus saling berbagi dan mengingatkan tentang sesuatu hal yang baik ataupun buruk. Itulah arti cinta yang sesungguhnya
~,::::: ::::.~

poLitik indonesia


Hampir sebulan blog ini tak ter-update. Kegiatan offlinesatu bulan terakhir ini cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Perjalanan antar kota-antar propinsi menjadi menu keseharian yang kadang tak teragendakan.

Ini sama sekali bukan excuse atauapology atas “dakwaan” terjadinya paceklik idea di musim hujan yang penuh badai politik seperti yang dilansir oleh sejumlah kawan blogger. Ambil contoh saja kasus pansus hak angket Century Bank yang makin tak jelas kemana arahnya memperlihatkan adanya upaya-upaya untuk memoderasi kerja-kerja pansus dalam menggali kebenaran yang sesungguhnya.

Aksi-aksi teatrikal permainan praktis forum yang diperagakan pesinetron Ruhut Sitompul seorang legislator dari Fraksi Partai Demokrat secara intensif ditujukan untuk membelokkan arah pembahasan Century Bank dari akar masalah yang sesungguhnya. Setidaknya Ruhut berupaya melakukan buying time agar datelineyang ditargetkan oleh pansus hak angket tak tercapai akibat waktu pembahasan habis diisi oleh caci maki dan debat idiotik yang out of context.

Dan memang harus diakui, secara antagonis Ruhut Sitompul sukses tampil prima mendestruksi proses pansus hak angket Century Bank demi mengamankan kekuasaan SBY dari pemakzulan seperti layaknya tingkah pokal Dursasana membela mati-matian kepentingan Kurawa.

Selain masalah pansus hak angket, fenomena kenaikan harga beras dan gula yang gila-gilaan juga menarik untuk dicermati. Belum genap 100 hari pemerintahan SBY, rakyat sudah harus dihadapkan pada masalah ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan akibat melambungnya harga beras dengan kenaikan mencapai hampir 1.000 rupiah/kg. Bagi rakyat miskin yang berjumlah +/- 15% dari total penduduk Indonesia, kenaikan sebesar itu tentulah sangat membebani hidup mereka yang memang serba kekurangan.

Para pedagang minuman segar yang biasanya menggunakan gula sebagai bahan utama harus menyiasati melambungnya harga gula dengan menggunakan pemanis buatan seperti halnya aspartam dan siklamat sebagai campuran minuman. Padahal pemanis buatan tersebut ditengarai berbahaya bagi kesehatan manusia khususnya jika dikonsumsi ibu hamil yang bisa mengakibatkan keguguran ataupun cacat permanen pada bayi yang lahir. Selain itu pemanis buatan juga berkontribusi atas terjadinya osteoporosis, obesitas dan hipertensi.

Tidak hanya persoalan-persoalan tersebut diatas, kali ini kaum buruh sekali lagi harus menjadi korban dari kebijakan pemerintah. Keputusan pemerintahan SBY untuk memberlakukan perjanjian Free Trade Area dengan China pada 2010 diselenggarakan tanpa melihat kondisi obyektif kesiapan industri dalam negeri. Serbuan produk-produk China yang berharga miring sudah bisa dipastikan membunuh industri nasional.

Bagaimana mungkin produk-produk industri nasional mampu bersaing baik harga maupun kualitas dengan produk-produk negara lain yang sangat efisien dan didukung oleh kebijakan ekonomi negaranya sedangkan pemerintah Indonesia dengan birokrasinya yang korup lebih suka mempersulit dan mengenakan biaya siluman terhadap para pelaku-pelaku ekonomi dalam negeri.

Hanya karena aksi buruh besar-besaran akhirnya pemerintah bersedia untuk bernegosiasi ulang dengan pemerintah China guna meluaskan jumlah kategori produk yang akan masuk dalam Sensitive Product (SP) dan Highly Sensitive Product(HSP) dalam perjanjian Free Trade Area China-ASEAN yang akan diimplementasi pada kategori produk Normal Track (NT).

Dalam negosiasi tersebut telah disepakati sejumlah 263 produk Indonesia dengan HS Code enam digit dimasukkan dalam kategori NT tahap kedua. Di samping itu, pengurangan jumlah produk Indonesia yang masuk dalam kategori Sensitive Product menjadi 304 pos tarif (6 digit) dari sebelumnya berjumlah 349 pos tarif (6 digit). Produk kategori Highly Sensitive pun mengalami perubahan dari 50 pos tarif (6 digit) menjadi 47 pos tarif (6 digit).

Sekali lagi terbukti bahwa kebijakan politik SBY tak pernah berpihak pada rakyat khususnya kaum buruh. Betapa naifnya kinerja sebuah pemerintahan yang dengan gegabah membuat kebijakan tanpa terlebih dulu melakukan proses pengkajian yang integral komprehensif demi kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Belum lagi terungkap adanya praktek diskriminasi terhadap narapidana seperti yang terjadi pada Artalyta Suryani yang memperoleh sel mewah dengan fasilitas hotel bintang lima. Lagi-lagi ini memperlihatkan betapa buruknya kinerja penegakan hukum yang dilakukan oleh institusi-institusi penegakan hukum di Indonesia. Menjadi wajar jika kecurangan-kecurangan yang terjadi selama Pileg dan Pilpres 2009 pada akhirnya terligitimasi secara hukum untuk memenangkan SBY dan Partai Demokrat dengan raihan suara yang mutlak.

Ini semua seharusnya memunculkan kesadaran baru bahwa pemerintahanKurawa yang dipimpin oleh Presiden Suyudana SBY telah gagal di awal pemerintahan periode keduanya.

Masihkah kita harus membiarkan negeri ini makin terpuruk ditangan para pemimpin yang sudah tebukti tidak berpihak pada kepentingan rakyat, bangsa dan negara???

“Masihkah kita terus membiarkan bangsa ini ditipu oleh pencitraan politik penuh retorika yang menyelubungi praktek-praktek